Apakah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang sedang Anda jalankan termasuk dalam UMKM Sektor Prioritas? Jika ya, maka inilah kesempatan besar bagi Anda untuk memanfaatkan berbagai dukungan dari Pemerintah dan Lembaga Pendukung UMKM lainnya.
Keuntungan seperti program pembiayaan dengan bunga rendah, kemitraan strategis dengan pelaku usaha besar, pelatihan untuk meningkatkan literasi digital dan branding, serta akses ke platform digital telah disediakan untuk mendorong pertumbuhan usaha Anda.
Manfaatkan peluang ini untuk mengoptimalkan bisnis dan menjangkau pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Sebelumnya, mari kita list-up Jenis Usaha yang termasuk dalam Sektor Prioritas.
Jenis UMKM yang Termasuk dalam Sektor Prioritas
1. Pertanian dan Kehutanan
Indonesia dengan kekayaan alam yang melimpah dan anugerah kesuburan lahan memberikan modal yang sangat bernilai bagi penggiat usaha di sektor pertanian dan kehutanan. Jenis usaha di sektor ini meliputi budidaya tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai, produksi hortikultura seperti sayuran dan buah-buahan, serta pengelolaan hasil hutan seperti kayu dan produk non-kayu seperti rotan dan getah karet. Sektor pertanian dan kehutanan memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, menjaga kelestarian lingkungan, serta menyediakan bahan baku industri seperti tekstil, makanan olahan, dan energi terbarukan.
Berdasarkan data tahun 2023, kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 14,5%. Tidak hanya itu, UMKM di bidang ini juga mendorong ekspor komoditas unggulan seperti kopi, kakao, dan rempah-rempah yang terus menunjukkan peningkatan nilai tambah di pasar internasional.
Untuk mendukung sektor ini, pemerintah menyediakan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian dengan bunga rendah, program modernisasi alat pertanian, dan pelatihan intensif bagi petani untuk mengadopsi teknologi baru dalam meningkatkan produktivitas.
2. Perikanan Tangkap

Sektor perikanan tangkap merujuk pada aktivitas penangkapan ikan dan hasil laut lainnya secara langsung dari perairan alami, seperti laut, sungai, dan danau. Aktivitas ini tidak hanya mendukung keberlanjutan ekosistem laut tetapi juga menjadi fondasi bagi ekonomi pesisir. Indonesia, sebagai salah satu eksportir utama hasil laut seperti tuna, udang, dan rumput laut, memiliki potensi besar di sektor ini. Usaha yang termasuk dalam sektor ini meliputi penangkapan ikan skala kecil hingga besar, pengolahan hasil laut seperti fillet ikan dan kerupuk udang, serta pengemasan dan distribusi produk-produk hasil tangkapan. Selain berkontribusi pada lapangan kerja di daerah terpencil, perikanan tangkap juga berperan dalam menciptakan ketahanan pangan nasional.
Program pendukung yang tersedia mencakup pilot project Bank Indonesia yang bertujuan meningkatkan akses nelayan terhadap layanan keuangan formal, bantuan alat tangkap ramah lingkungan, serta pelatihan pengelolaan hasil laut untuk meningkatkan daya saing di pasar ekspor.
3. Manufaktur
Jenis usaha yang termasuk dalam kategori UMKM di sektor ini meliputi pembuatan bahan baku tekstil dan produk tekstil, pengolahan makanan dan minuman, produksi kerajinan tangan seperti batik dan anyaman, serta manufaktur skala kecil di bidang elektronik dan furnitur. Dengan kontribusi sebesar 19,25% terhadap PDB pada tahun 2022, sektor ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik tetapi juga memiliki daya saing tinggi di pasar internasional, berkat inovasi produk dan kemampuan adaptasi terhadap standar global.
Program pendukung mencakup pelatihan digitalisasi bagi pelaku UMKM, subsidi alat produksi, dan pengembangan jaringan distribusi untuk memperluas akses pasar. Pemerintah juga memberikan insentif untuk pengembangan produk berkelanjutan yang sesuai dengan standar ekspor global.
4. Pariwisata
Indonesia adalah salah satu negara dengan kekayaan pariwisata terbesar di dunia, tidak heran menjadikannya salah satu destinasi paforit bagi warga dunia. Dengan lebih dari 17.000 pulau, beragam budaya, dan keindahan alam yang luar biasa, sektor pariwisata telah menjadi pilar utama perekonomian nasional. Pada tahun 2022, sektor ini mencatat pendapatan sebesar Rp200 triliun dengan fokus pada destinasi baru superprioritas seperti Mandalika, Borobudur, dan Labuan Bajo.

UMKM di sektor ini memiliki peran penting dalam menciptakan pengalaman wisata yang autentik, mulai dari penyediaan kerajinan lokal, kuliner khas daerah, hingga layanan akomodasi berbasis komunitas yang mendukung pariwisata berkelanjutan.
Pemerintah menyediakan program pendampingan untuk UMKM lokal melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang mencakup pelatihan kewirausahaan pariwisata, bantuan permodalan khusus untuk UMKM pariwisata, dan pengembangan destinasi wisata berbasis komunitas. Selain itu, kementerian ini aktif mempromosikan pariwisata Indonesia di tingkat internasional melalui kampanye “Wonderful Indonesia” untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
5. Ekonomi Digital dan E-commerce
Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor ekonomi digital dan e-commerce, didukung oleh populasi pengguna internet yang mencapai lebih dari 210 juta pada tahun 2023. Dengan pertumbuhan pesat ekonomi digital yang diproyeksikan mencapai USD 360 miliar pada tahun 2030, sektor ini menjadi salah satu pilar utama transformasi ekonomi nasional. Selain e-commerce, inisiatif seperti Kampung Digital yang mengintegrasikan pelatihan teknologi dan infrastruktur digital ke komunitas lokal, turut mendorong pertumbuhan UMKM di sektor ini.
UMKM yang beralih ke platform digital mencatat kenaikan omzet hingga 50%, menjadikan sektor ini sangat menjanjikan. Dukungan lain datang dari sektor ekonomi kreatif, termasuk produksi konten digital, aplikasi lokal, dan layanan berbasis teknologi yang membuka lapangan kerja baru dan memperluas akses pasar.
Untuk mendukung transformasi digital UMKM, pemerintah telah mengadopsi sistem pembayaran QRIS, memberikan pelatihan e-commerce, dan menyediakan akses ke platform digital besar seperti Tokopedia dan Shopee. Langkah ini membantu UMKM menjangkau pasar yang lebih luas dengan efisiensi yang lebih baik.
6. Ekonomi dan Keuangan Syariah
Sebagai salah satu pasar halal terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor ekonomi dan keuangan syariah. Jenis usaha yang termasuk dalam sektor ini mencakup produksi makanan dan minuman halal, seperti daging olahan dan minuman herbal; konveksi fashion muslim, seperti pakaian dan aksesori syariah; jasa keuangan berbasis syariah, termasuk bank syariah dan koperasi syariah; serta pengelolaan pariwisata halal yang menyediakan layanan perjalanan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. UMKM di sektor ini mendukung ekosistem halal melalui produk-produk yang sesuai dengan prinsip syariah dan memenuhi standar global.
Dukungan yang tersedia mencakup pengembangan halal value chain, pembiayaan berbasis syariah, serta pelatihan untuk memastikan produk UMKM memenuhi standar global halal.
7. Perdagangan Besar dan Eceran

Sektor perdagangan besar dan eceran menjadi tulang punggung distribusi barang kebutuhan pokok hingga barang konsumsi. Jenis usaha yang termasuk dalam sektor ini meliputi grosir barang kebutuhan sehari-hari, toko eceran seperti minimarket dan toko kelontong, distribusi barang elektronik, serta perdagangan bahan konstruksi seperti semen dan baja ringan. Dengan jaringan distribusi yang luas, sektor ini memfasilitasi perputaran ekonomi baik di kota maupun daerah terpencil.
Program pendukung meliputi pembiayaan khusus untuk modal kerja, pengembangan sistem logistik berbasis teknologi, serta pelatihan manajemen rantai pasok untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang.
Kenapa Sektor UMKM Ini Diprioritaskan?
Sektor-sektor ini diprioritaskan karena memiliki kontribusi besar terhadap berbagai aspek pembangunan ekonomi nasional. Pertama, sektor prioritas menyumbang lebih dari 60% PDB nasional, menjadikannya pilar utama perekonomian Indonesia. Misalnya, sektor manufaktur dan perdagangan besar menciptakan nilai tambah ekonomi yang signifikan, sementara pertanian dan perikanan mendukung stabilitas pangan yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat.
Kedua, sektor ini juga berperan penting dalam menjaga ketahanan nasional. Pertanian mendukung kebutuhan pangan domestik, sedangkan perikanan membantu menjaga keberlanjutan ekosistem laut sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap ekspor hasil laut.
Ketiga, sektor prioritas seperti ekonomi digital dan manufaktur mendorong transformasi ekonomi melalui inovasi dan digitalisasi. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga menciptakan peluang baru untuk tenaga kerja dan pelaku usaha kecil.
Keempat, sektor-sektor ini memiliki potensi penyumbang devisa yang besar. Pariwisata dan produk-produk halal Indonesia terus meningkatkan daya saing di pasar internasional, membantu memperbaiki neraca perdagangan negara.
Keuntungan bagi Pengusaha UMKM di Sektor Prioritas
Sebagai pengusaha UMKM di sektor prioritas, Anda memiliki peluang besar untuk memanfaatkan berbagai program dukungan yang dirancang oleh pemerintah dan lembaga terkait. Dukungan ini mencakup pembiayaan, pelatihan dan pendampingan, akses pasar, serta pengembangan infrastruktur untuk membantu Anda meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha.
Program pembiayaan, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga hanya 6% per tahun, memberikan kemudahan dalam memperoleh modal usaha. Selain itu, untuk UMKM di sektor halal, skema pembiayaan syariah telah dirancang guna memastikan kesesuaian dengan prinsip ekonomi syariah. Pemerintah juga menyediakan akses ke program pembiayaan ultra mikro (UMi) untuk usaha kecil di daerah terpencil.
Pelatihan dan pendampingan juga menjadi bagian penting dari dukungan ini. Kementerian Koperasi dan UKM, bersama lembaga lain, menyediakan pelatihan digitalisasi yang mencakup literasi digital, strategi pemasaran online, branding image, serta manajemen usaha. Program pelatihan branding dan packaging produk dirancang untuk membantu UMKM memasuki pasar ekspor dengan lebih percaya diri dan bersaing di tingkat global.
Program pelatihan oleh platform digital: Meliputi strategi pemasaran online, pengelolaan inventaris, dan analisis data penjualan
Infrastruktur digital merupakan elemen penting untuk mendukung transformasi UMKM. Pemerintah mendorong adopsi Quick Response Indonesian Standard (QRIS) untuk transaksi non-tunai, yang mempermudah pelanggan melakukan pembayaran dan meningkatkan efisiensi usaha. Selain itu, akses ke platform marketplace besar seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak membuka peluang bagi UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas tanpa hambatan geografis.
Akses pasar internasional menjadi salah satu keuntungan utama lainnya. Pemerintah, melalui berbagai inisiatif, mendukung UMKM untuk berpartisipasi dalam pameran internasional, memperkenalkan produk lokal ke pasar global. Kemitraan strategis dengan pelaku usaha besar, baik di sektor manufaktur, pertanian, maupun perdagangan, memungkinkan UMKM menjadi bagian dari rantai pasok yang lebih besar dan efisien.
Kemitraan dengan Perusahaan Swasta, Banyak perusahaan besar menjalin kemitraan dengan UMKM untuk memperkuat rantai pasok lokal, seperti kemitraan dalam sektor manufaktur dan pertanian. Melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR): Dukungan berupa pelatihan, peralatan, atau akses pasar dari perusahaan besar
Pendampingan oleh Komunitas dan Asosiasi UMKM, Asosiasi seperti Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan KADIN memberikan bimbingan dan jejaring bisnis untuk mendukung pengembangan usaha.
Dengan memaksimalkan dukungan untuk UMKM Sektor Prioritas ini, Pengusaha UMKM tidak hanya dapat meningkatkan skala bisnis, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi perekonomian nasional. Dukungan ini dirancang untuk membantu UMKM menjadi lebih adaptif, kompetitif, dan berkelanjutan di era digitalisasi modern.
Cara Memaksimalkan Keuntungan Bagi UMKM di Sektor Prioritas
Untuk memanfaatkan keuntungan-keuntungan di atas secara maksimal, ikuti langkah-langkah strategis berikut untuk mengembangkan bisnis UMKM Anda. Pertama, Identifikasi terlebih dahulu Kebutuhan Bisnis UMKM Anda dengan memprioritaskan pengembangan usaha, Misalnya, jika Anda ingin memperluas pasar, fokuslah pada akses ke platform e-commerce atau dukungan promosi internasional. Kemudian, Evaluasi kondisi bisnis saat ini dengan menentukan apakah Anda membutuhkan pendanaan, pelatihan, pemasaran, atau dukungan digitalisasi.
Setelah anda memahami dukungan apa yang paling anda butuhkan, konsultan pembiayaan memberikan gambaran secara umum langkah yang dapat dilakukan selanjutnya, sebagai berikut:
Manfaatkan Program Pembiayaan
- Ajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR): Siapkan dokumen seperti proposal usaha, laporan keuangan sederhana, dan identitas legal usaha. Pastikan Anda memahami syarat dan ketentuan dari program KUR atau UMi. Pelajari Panduan Lengkap Mengajukan Kredit Usaha Rakyat untuk mendapatkan informasi detail tentang program pembiayaan KUR dan tips sukses mengajukan pinjaman untuk UMKM Anda!
- Cari alternatif pembiayaan: Jika KUR kurang cocok, eksplorasi pembiayaan dari fintech, bank syariah, atau skema pendanaan berbasis komunitas (crowdfunding).

Tidak semua pelaku UMKM dapat memenuhi syarat untuk mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), namun jangan khawatir! Ada berbagai alternatif pendanaan lain yang bisa Anda manfaatkan untuk mendukung pertumbuhan bisnis Anda. Dari pembiayaan berbasis komunitas hingga fintech lending, setiap opsi dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik UMKM seperti Anda. Temukan informasi lengkapnya di artikel kami: Alternatif Pendanaan untuk UMKM Selain KUR dan jadikan bisnis Anda lebih kompetitif dengan solusi pendanaan yang tepat!
Ikut Serta dalam Pelatihan dan Pendampingan
- Daftarkan Usaha Anda di program pelatihan pemerintah atau swasta: Cari informasi di Kementerian Koperasi dan UKM, Bank Indonesia, atau asosiasi lokal. Fokus pada pelatihan yang relevan seperti literasi digital (Kiat memasarkan produk secara online), manajemen keuangan, manajemen inventory, atau pemasaran.
- Jalin hubungan dengan mentor: Banyak program pendampingan menyediakan mentor untuk membantu Anda merencanakan strategi jangka panjang.
Tingkatkan Akses Pasar Domestik maupun Internasional
- Gunakan platform e-commerce: Buat akun di platform seperti Shopee atau Tokopedia. Manfaatkan program pelatihan yang disediakan platform untuk belajar strategi pemasaran online.
- Ikuti pameran UMKM: Bergabung dalam event lokal, nasional, atau internasional yang memfasilitasi pertemuan dengan pembeli potensial.
Optimalkan Infrastruktur Digital
- Pasang QRIS untuk pembayaran: Ini memudahkan transaksi non-tunai dan meningkatkan inklusi keuangan. Hubungi bank yang mendukung QRIS untuk mendapatkan akses.
- Manfaatkan media sosial: Gunakan platform seperti Instagram, Facebook, atau TikTok untuk memasarkan produk. Pelajari algoritma platform untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Jalin Kemitraan Strategis
- Kolaborasi dengan perusahaan besar: Cari tahu peluang kemitraan di sektor Anda, seperti pemasok bahan baku atau distributor produk. Temui secara langsung bagian CSR di perusahaan besar dan jangan sungkan untuk mengajukan proposal dalam bentuk pembiayaan.
- Bergabung dengan asosiasi UMKM: Keanggotaan dalam asosiasi seperti HIPMI atau KADIN dapat membuka akses ke jejaring bisnis dan program dukungan.
Gunakan Dukungan Branding dan Packaging
- Rebranding produk: Manfaatkan layanan pemerintah atau swasta yang mendukung desain kemasan modern dan ramah lingkungan.
- Optimalkan storytelling produk: Bangun narasi unik tentang produk Anda untuk menarik perhatian konsumen, terutama di pasar digital.
Monitor dan Evaluasi Perkembangan
- Catat hasil penggunaan program: Apakah pendanaan meningkatkan kapasitas produksi? Apakah pelatihan meningkatkan penjualan? Gunakan data untuk mengevaluasi efektivitas strategi Anda.
- Perbaiki strategi berdasarkan data: Jika hasil tidak sesuai harapan, tinjau kembali pendekatan yang digunakan dan konsultasikan dengan mentor atau ahli.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat memaksimalkan dukungan yang tersedia untuk mengembangkan bisnis UMKM Anda secara berkelanjutan. Jika Anda membutuhkan panduan lebih rinci, Konsultan Pembiayaan siap membantu!
UMKM di sektor prioritas memiliki peluang besar untuk berkembang dengan dukungan yang tersedia dari pemerintah dan lembaga pendukung lainnya. Dengan memanfaatkan program pembiayaan, pelatihan, dan digitalisasi, Anda dapat meningkatkan daya saing bisnis dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap ekonomi nasional. Pastikan untuk memulai langkah strategis ini sekarang dan menjadi bagian dari transformasi ekonomi Indonesia.